Honeybean, dessert house in town at Pantai Indah Kapuk, Jakarta

Hmm, setelah booming-nya dessert Hong Tang, keliatannya, demam bubble tea udah mulai bergeser ke dessert ala Taiwan. Masih sama, tetap ada topping pearlnya.
Dari Hong Tang, Black Ball, kemudian Fat Bubble juga mengeluarkan menu dessert terbarunya. Lalu ada Tong Fu yang baru launching baru - baru ini di PIK.

Satu lagi yang kudu lu - lu semua cobain. Luckily, i've got invitation so, we can try the menu for free.
Sayangnya menu favoritnya red bean habis pas gue ke sana malem. Mungkin udah diserbu orang.

Sesuai dengan namanya, tema dekorasinya berbau - bau madu, dengan nuansa warna merah. Tempatnya lumayan cozy buat nongkrong sama temen - temen.

Mango Land Fruits
Maxi Mix




ada menu hotnya juga, semacam kembang tahu dengan kuah jahe dan topping pearl. 

Selain menu dessertnya, kita juga bisa meracik dessert ala kita sendiri, dengan pilihan topping yang beraneka macam mulai dari green tea ball, grass jelly, pearl, ketan item, kacang merah, dan masih banyak lainnya. Hargnya mulai dari 5000 - 7000 rupiah saja.
Juga ada menu bubble tea gitu.

Range harga Rp 20.000 - 50.000
Rasanyaa 8.5 dari 10.

Honeybean
Rukan Garden House B no 23
Pantai Indah Kapuk

The favourite one Portugese Egg Tart by Golden Egg @Emporium Pluit Mall

Yumm,, akhirnya gue nyobain juga Egg tart dari Golden Egg. Pas lewat di depannya hmm, wanginya..
Golden Egg yang dibuka belum lama ini, adanya di Emporium Pluit Mall, lantai LGM sebelah counter Mochi - Mochi deket Guardian.

Yang dijual mostly adalah Egg tart. Selain itu ada aneka bolu, aneka roti croisant.
Harga egg tartnya Rp 7500. Dan favoritnya adalah Portugese Egg Tart. Lapisan bawahnya berlapis-lapis renyah seperti croisant. Bagian tengahnya adonan telur yang manisnya pas di mulut. Yumm banget!
Kalau yang suka durian, ada juga pilihan Durian Portugese nya. Kalau egg tart yang biasa ada traditional, cheese, cokelat, dan almond.






Portugese Egg Tart

Golden Egg Tart Bakery
Emporium Pluit Mall
LGM Floor
021 29074652


Kuliner Muara Karang : D' Penyetz

Kalo ngomongin soal masakan yang dipenyet, kebayang dong sambelnyaa..
Uda banyak banget restoran penyet di Jakarta.
Kemarin baru nyobain ayam penyetnya d'Penyetz.
Ceritanya resto ini cabang dari Singapura dan Kuala Lumpur. Malahan menu Indonesia ini lebih dulu dipasarkan di sana. Mungkin untuk menghilangkan rasa rindu teman - teman Indo yang tinggal di sana sama masakan Indonesia. 

Harganya tidak terlalu mahal. Untuk satu paket ayam dan tahu tempe cuma Rp 18.000 di tambah nasi dan minuman, kita hanya perlu menyiapkan budget 30rb saja.

Soal rasa, gue kasih nilai 7,5 dari 10. Tapi sayang tempatnya kurang nyaman. Mungkin bisa jadi opsi untuk delivery aja.

Menu Ayam Penyet

Menu Ayam Penyet Cabe Ijo



Alamat : Muara Karang Utara blok H-1 Selatan no 90 E
(dekat bank DKI, kalo dari PIK, sampe gerbang ke kiri, ikutin jalan, sampe perempatan muara angke ke kanan ambil jalur sebelah kiri. Ada di sebelah kiri)

telp : 0877 8169 3815

Beauty Review : DIY Facial Scrub with Olive Oil

Hi! Sebagian orang yang menyukai bahan - bahan alami, gue juga termasuk salah satunya. Satu rutinitas baru merawat wajah dengan adonan alami. (kok adonan ya??) Baca - baca di thread atau forum, banyak cara untuk membuat scrub wajah. Nah yang paling gampang, Olive Oil dan Sugar. Kalo mo nambahin madu juga boleh.

ini rumus diy skincare yang mau gue bikin!
Lalu pergilah gue ke Carefour seperti orang bilang di forum, nyarinya Extra Virgin Olive Oil (EVOO). Bukan ke bagian kosmetik. Tapi ke bagian minyak goreng. EVOO ini biasa digunakan untuk dressing salad. Bisa langsung dikonsumsi, Tapi EVOO ini nggak boleh dipakai untuk menggoreng. Kalau mau menggoreng, ada olive oil jenis lain.Ingat jangan salah beli, jenis EVOO pasti selalu ada tulisan EXTRA VIRGIN OLIVE OIL di kemasannya.

Gue akhirnya beli Filippo Berio yang ukuran small dengan harga 30rban. Nggak terlalu mahal kok.

Tibalah hari gue siap untuk mencoba diy scrub ini.

Bahan Utama! (gue belum beli madu)

Beauty Review : Dermal Face Mask

Hmm akhirnya, paket dari Korea tiba setelah sabar menanti selama kurang lebih dua minggu.
Dari sekian banyak merek skin care Korea, yang pernah gue coba adalah face mask The Face Shop. Dan kali ini, gue nyobain merek Dermal karena harganya memang lebih murah dari TFS.



Yang gue coba Dermal - White dengan fungsi brightening.




Wanginya enak, enggak terlalu menyengat dan pastinya kandungan essencenya banyak. Berair banget.
Dua puluh menit dipakai, merasakan sensasi dingin yang membuat relaks.
Setelah dilepaskan, biarkan essence menyerap dengan sendirinya. Seperti review yang gue baca dari beauty blogger, memang agak lengket gitu setelah pemakaian maskernya. Tapi overall, Dermal ini cocok di kulit gue, dan rasanya kulit gue jadi ternutrisi.
Pasti pake lagi!

Plus :
- Relatif Murah
- Kandungan essensenya oke

Minus :
- Agak lengket setelah pemakaian




Liburan ke Phuket, Thailand Hari Ketiga - Phi Phi Island

Very late post! Yang udah baca post sebelumnya hari kedua di Phuket, nunggu - nunggu yaa?? Hmm.. Baru sempet lagi ngeblog.
Well, hari ketiga ini, kalo sesuai jadwal, kita bakal dianter ke Phi Phi Island, naik Cruise, bukan  naik perahu kayak kemarin lagi. Tenang nggak bakal kebasahan lagi kalo hujan.
Dari Patong, kita ke Pelabuhan sekitar 20menitan. Sampe di sana, kita dikasi stiker penanda rombongan. Karena satu cruise isinya campur - campur. Kata Tour guidenya sekitar 200an orang. Duduknya sistem rebutan. Free drink selama di cruise. Cruise terdiri dari 3 lantai. Lantai paling bawah, lantai 1 dan lantai 2 ber-AC. Kalo atasnya, open gitu,  jadi kena angin laut gitu.



Setengah perjalanan, bagi yang mau snorkeling disuruh daftar ke kru cruisenya. Uda all in di turnya. So, nggak perlu bayar lagi. Gue dapat nomor 45! Tangan gue ditulisin nomornya untuk memudahkan mereka dalam pengembalian alat snorkelnya. Kalo ilang, kita disuruh bayar. Sekitar 1000 Baht (kalo nggak salah inget).



 Nah dengan perasaan deg - degan, gue akhirnya nyemplung ke laut Thailand! Pertama kali dalam hidup gue snorkeling. Agak kagok dengan alatnya, dan nafasnya nggak biasa. Ampir keselek mulu. Hahaha. Tapi ternyata cara  gue salah. Pantesan aja! Gue dan rombongan berenang ke pinggir pantai  kurang lebih 50 m dari kapal, sambil ngeliat ikan kecil yang lucu - lucu. Di pantai kecil itu, banyak monyet liar. Maap nggak ada fotonya. Kita nggak bawa kamera.




Trending Bubble Tea in Town

Hmmm, akhirnya gue memutuskan untuk posting beraneka merk bubble tea yang lagi menjamur setahun belakangan di Jakarta. Bahkan di satu kawasan Pantai Indah Kapuk aja, ada banyak banget mulai dari Bobbabits, Ochado, Tea Story, Agantea, Societea, Dakashi, Cha time, Fat Bubble, Lab, dan mungkin masih ada lagi yang gue belum tahu.

Gue bingung nyebutnya Bubble Tea, ato Bubble Drink, awalnya memang minuman ini ciri khasnya berbahan dasar Teh dan menggunakan toping Bubble atau sekarang dikenal istilah Pearl. Tapi semuanya berlomba - lomba untuk berinovasi. Jadi banyak juga minuman dengan rasa buah dan topingnya beraneka ragam dari Jelly, Aloe Vera, Egg Pudding, Grass Jelly, Popping Bubble, dan lainnya.

Apa minuman favorit kamuuu? Gue suka  yang basic, Pearl Milk Tea. Dan sejauh ini Milk Tea-nya Cha Time masih the best. After itu, Grass Jelly with Fresh Milk-nya Cha Time.

1. Cha Time
Cha Time bisa jadi disebut pelopor maraknya Bubble Tea di kota Jakarta. Ngantrinyaaaa itu lho. Counter Cha Time bisa kita temui di kebanyakan mal di Jakarta : Central Park Mall (selantai sama Carefour di depan Selular Shop), Emporium Pluit Mall (di depan salon Habb lantai 1), Mal Puri Indah (di dalam ACE Hardware), dan Pantai Indah Kapuk (Rukan Cordoba).

Favorit gue : Pearl Milk Tea, Grass Jelly with Fresh Milk
Score : 5 of 5

Gue pernah pesen Matcha topping Egg Pudding. Hmm rasanya gimana yaa.. Enak sih awalnya, tapi lama - lama jadi agak eneq. Egg Puddingnya oke.
Score : 3 of 5


Cuman kadang, mungkin tergantung situasi juga, pearlnya pernah kelembekan gitu. Tapi biasanya nggak gitu. Mungkin cuma human error saja.

2. Comebuy
Comebuy gue coba karena ada di Emporium. Maklum gue ke Emporium bisa seminggu dua kali. Harganya lebih murah dibandingkan dengan Cha Time, beda 1000-3000 rupiah, tapi rasanya nggak kalah. Sekarang kamu udah bisa beli Comebuy di Central Park Mall dan Pluit Village.

Favorit gue : Pearl Milk Tea

Score : 4.5 of 5

3. Gong Cha
Katanya sepupu gue yang tinggal di SG, Gong Cha ini lebih heboh di Singapura. Malahan Cha Time kalah pamor. Pas gue lewat counternya, emang tehnya wangi banget. Akhirnya gue mampir dan nyobain. Gue mesen Gong Cha Signature Milk Foam yang emang jadi ciri khas Gong Cha. Untuk tehnya gue pilih Oolong Tea. Dan rasanya emang enak banget. Foamnya nggak eneq.
Harganya gue lupa sekitaran 20rban. Oh ya itu tanpa topping. Kalau tambah topping pasti tambah beberapa ribu lagi.

Lo bisa dapetin Gong Cha di Central Park Mall

Score : 4.5 of 5

4. Dakasi
Lokasi : Rukan Cordoba, Blok D #17, Jl. Marina Indah Raya Bukit Golf Mediterania Pantai Indah Kapuk
Pas ke Bangkok, ada Dakasi juga lho di Platinum Mall-nya.

Baru aja gue ke sana, gue pesen : Yakult Peach topping Aloe Vera size Large - Rp 29.000
Rasanya seger.. Tapi menurut gue kemanisan dengan takaran sugar dan ice normal.
Aloe veranya juga enak. Pas di awal yakultnya nggak begitu terasa. Lama - kelamaan baru terasa yakultnya.

Score : 3.5 of 5

5. Koi Cafe 
Lokasi : Emporium Pluit Mall depan Electronic Solution
Yang uniknya dari Koi Cafe, ada size small. Jadi yang biasa kebanyakan dengan porsi reguler, bisa memilih porsi yang small. Tapi harganya nggak beda jauh. Untuk small, range nya 15rb-17rban. Untuk yang reguler harganya 20rban. Harganya standar dengan merek lainnya
Rasanya enak. Bubblenya juga enak, nggak kalah sama cha time.


Hazelnut Milk Tea size Reguler

Hazelnut Milk Tea size Reguler
Update
6. Kung Fu tea
Lokasi : Rukan di depan Apartemen Mediterania 1 Tj Duren
Udah sering lihat, cukup eye catching dari luar. Akhirnya kemarin nyobain juga. Dan rame banget! Mungkin lokasinya yang dekat apartemen dan kos - kosan. Kemarin nyobain Mango Green Tea. Dan rasanya seger banget! Harganya yang Large Rp 23.000
Yang bedain dari merk lain, Kung Fu Tea memakai madu sebagai pengganti gula. Jadi lebih sehat kan?


Listen 8tracks.com

Kalo lo seorang karyawan, mungkin lo pernah ngerasain apa yang gue rasain. Mesti selesain laporan, tapi suntuk banget, karena laporannya sederhana tapi banyak. Monoton! Dan hari ini, hp gue ketinggalan pula. Sempurna. Gue makin bete. Gue browsing - browsing. Ga buka ke facebook, twitter, youtube, kaskus, semua diblok. Hahaha.
Lalu berusaha lah gue dengerin lagu. Pertama dengerin lagu Pop Top 40 di Live365.com. Di situ lo bisa dengerin radio streaming. Lama - lama sakit kepala gue. Dengerin lagunya karena gue harus sambil kerja.
Lalu mikirlah gue, lagu apa yang cocok nemenin gue nyelesain laporan ini. Korean drama soundtrack! Gue salah seorang pecinta korean drama dan juga soundtracknya.
Nah gue ketemu 8tracks.com
Di sini setiap anggotanya punya deretan playlist. Lo bisa milih tuh mau denger playlist yang mana.
Gue ketemu playlist korean drama ost.
Yay *nari nari girang*

So, buat yang lagi suntuk di sore hari begini nunggu jam pulang kerja, bisa tuh dengerin playlist di 8tracks.com

Ini playlist yang gue dengerin.

Penampakan playlist 8tracks.com - Pas banget ada  Oh Soo Oppa (Jo In Sung) *.*

Enjoy!

Cantik dan Sehat dengan Teh Hijau

Sudah tahu dong teh hijau? Lima tahun terakhir, semenjak bermunculan restoran ala Jepang di Indonesia, minuman teh hijau makin dikenal di masyarakat. Ada juga yang menyebutnya Ocha. Gue sendiri tertarik minum teh hijau karena segudang manfaat yang gue baca dari berbagai sumber di internet. Beberapa bakal gue rangkum di sini.

Nomor satu.
Teh Hijau ini berfungsi sebagai antioksidan karena teh hijau mengandung polifenol. 
"Teh hijau merupakan sumber antioksidan kuat dibandingkan dengan teh hitam. Polifenol, zat yang terkandung dalam teh hijaulah yang menjadikan teh hijau berkhasiat mengurangi risiko stroke dan penyakit jantung, serta menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Walaupun dihindangkan panas-panas, antioksidan dalam teh hijau tidak akan rusak. Kalaupun dicampur dengan gula atau jeruk lemon, kandungan antioksidannya juga tidak berubah" (Sumber : Femina)

Antioksidan ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari radikal bebas, misalnya polusi udara,radiasi, rokok, dan lain sebagainya. Terus kalo tubuh kita terkena serangan radikal bebas (karena hampir setiap harinya kita berurusan dengan polusi udara, ya ga?), apa dampaknya? Radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh memungkinkan untuk merusak sel dan DNA. Nah karena sel - sel nya rusak, bisa berpotensi pada penuaan atau bahkan kanker. Ngga mau kan??
Sebenarnya karena alasan utama inilah, gue memutuskan untuk rajin mengkonsumsi teh hijau, sehari satu cangkir (dulu ga rajin, seminggu sekali doang itupun kalo inget, kalo sekarang baru mau rajin, tapi baru berjalan dua hari). Jangan berlebihan juga ya, girls. Soalnya kalau kelebihan, ada efek samping jadi susah tidur. Jangan lupa, teh hijau juga mengandung kafein.

Nomor dua.(Penting tapi bukan untuk gue)
Untuk Diet!
Tapi berhubung badan gue udah skinny, gue minum teh hijau bukan untuk menjadi langsing. 
Untuk orang diet, satu jam sebelum makan, minumlah teh hijau. Katanya berfungsi untuk menekan nafsu makan. (Gue sudah coba, ampuh.. biasa 1 porsi gw abis, ini ngga abis). Yang uda skinny kayak gue, jangan ikutin ya!

Nomor tiga.
Manfaat untuk kecantikan.
  • Scrub wajah alami - Ampas teh hijau pun bisa bermanfaat. (Ini belum gue coba - tapi soon gue bakal coba) Caranya, gunakan ampas teh yang uda dingin sebagai scrub, campur dengan air sedikit, lalu pijat perlahan dan bilas hingga bersih. Katanya cara ini juga bisa menghilangkan bekas jerawat. Ada juga yang dengan membaurkan bahan alami lain misalnya oatmeal dicampur air seduhan teh hijau secukupnya (bukan ampas, tapi tehnya) dan air lemon. 
  • Mata - Ampas teh hijau bisa digunakan juga untuk membuat mata rileks. Caranya diamkan ampas teh hijau yang sudah dingin di atas pelupuk mata. Diamkan 10 menit, dan kemudian bilas. Bisa juga pakai kain yang diisi ampas, jadi kayak kompresan.
  • Tubuh - Ampas teh hijau juga bisa menghaluskan kulit, caranya sama,  Caranya diamkan ampas teh hijau yang sudah dingin di bagian tubuh seperti tangan atau kaki. Diamkan 10 menit, dan kemudian bilas.
Masih banyak manfaat teh hijau lainnya. Tapi nomor 1 dan nomor 3 lah yang paling mengena buat gue. Mungkin ada manfaat teh hijau versi kamu. Bisa saling share aja biar kita sama - sama cantik dan sehat.

Liburan ke Phuket, Thailand - Hari Kedua : James Bond Island, Panyi Island, Monkey Cave

Hari Kedua...


Perlengkapan wajib

Bendera Thailand (kiri)dan Bendera Raja (kanan)

Sesuai itinerary, hari kedua kita bakal menuju ke James Bond Island yang sudah terkenal ke seluruh penjuru dunia. Konon, katanya syuting film James Bond di sana.
Morning call, sarapan di hotel, dan kita pergi ke pelabuhan dengan bus. Sebenarnya nggak mirip pelabuhan. Untuk mencapai perahunya (gue sebut itu perahu karena memang perahu, bukan kapal), kita melintasi sebuah toko yang nembus ke rumah yang belakangnya sungai.

Our local guide, Mr. Khompson

5 Jam di Singapura

Yap, cuma 5 jam di Singapura karena cuma transit doang di sini. Lalu ngapain yah enaknya?
Sebenarnya Changi International Airport menyediakan fasilitas Free City Tour bagi penumpang transit. Kita diajak berkeliling kota Singapura dengan melihat landmark - landmark nya. Kemudian kita sepakat buat ke Orchard Road aja. So here we go!
Kita mau antri taksi, ramenya bukan main. Jadi kita sewa mini bus yang muat 7 orang tapi hanya untuk sekali perjalanan. Dari airport ke Ion Orchard, kena biaya SGD 60. Mahal ya!

Our Mercedes Mini Bus
Dan ini, jajanan di sepanjang Orchard Road. Banyak uncle penjual es krim. Harganya cuma SGD 1, banyak pilihan rasa, kita bisa memilih pake wafer atau pake roti tawar.


Mine : Choco chip with wafer


Lunch : Delicious bento cost SGD 5.80 : chicken satay, chicken ball, and pork satay.

Seorang "Newbie" Pecinta Teh

Pada kenal sama Ratna Somantri? Seorang pemerhati dan penulis buku tentang teh yang aktif berbagi informasi mengenai teh, jenis, dan manfaaatnya. Dulu saat bekerja sebagai staf produksi di Metro TV, tema tentang teh pernah dibahas dengan narasumber Ratna Somantri.

Ngambil dari Google

Tapi saat itu gue belum tertarik sama yang namanya "Teh", walaupun dalam keseharian, namanya orang Indonesia, teh itu nggak bisa lepas ya.
Tapi kebanyakan orang Indonesia, hanya meminum teh layaknya air putih, minuman biasa aja.

Di berbagai negara (dari yang gue baca), cara meminum teh pun berbeda - beda. Bisa disebut seni meminum teh. Jenis dan rasanya yang beragam akhirnya membuat gue pengen tahu lebih dalam tentang teh.

Liburan ke Phuket, Thailand - Hari Pertama

Sawadika!

Sawadika!* Itulah ucapan selamat datang yang menyambut gue dan rombongan kantor (Syukur, kita yang ikut berangkat mendapat liburan insentif dari kantor). Kita dijemput oleh local guide yang bisa berbahasa Indonesia, namanya Mr. Khompson. Ini pertama kalinya gue jalan - jalan ikut tur! Semoga menyenangkan.

Tiba di Phuket, udah gelap dan kita langsung menuju hotel di Patong Beach. Dari airport ke Patong Beach membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam. Dan Kota Phuketnya sendiri berbeda arah dengan Patong Beach. Sepanjang perjalanan, kiri kanan terlihat tidak terlalu padat, cukup sepi malah. Jalanan di sana pun berbukit - bukit. Jalanannya berasa di Puncak gitu. Nah uda menanjak gitu tandanya kita hampir sampai di Patong Beach. Mirip Jalan Legian di Kuta, Bali. Jalanan satu arah yang kanan kirinya ada hotel, restaurant, toko suvenir, money changer, dan pastinya Seven Eleven. Kita nginep di Hotel Royal Palm Beach Front. Benar - benar di seberang itu pantai. Viewnya oke. Lokasinya strategis tapi sayang, hotelnya nggak terlalu gede, hotelnya kayak bangunan 3 ruko jadi satu terdiri dari 4 lantai dan tidak ada lift.

Selesai check - in dan naroh barang, berhubung perut keroncongan kita makan di restoran lokal dekat hotel. Jangan takut nggak ada makanan. Banyak banget yang jualan makanan. Paling nggak kalo nggak cocok sama masakan Thai, bisa makan Burger King di sebelah hotel. Untuk harga, kalau dibandingkan dengan Bangkok, memang lebih mahal di Phuket. Tapi namanya juga liburan, no problemo!

Hari Pertama ini cuman habis di perjalanan Jakarta, transit Singapore, then baru terbang ke Phuket. Untungnya di Singapore sempat jalan - jalan ke Orchard Road. Di sini kalau mau tahu jalan - jalan kita di Singapore.

Next post : Hari Kedua




Taman Bunga Nusantara, Puncak

Really late post! I went to Taman Bunga Nusantara on August 2010. It has been 3 years ago. Wow!
So you can see what the differences of my boyfriend's face and also mine. Taman Bunga Nusantara (TBN), is one of tourist destination. And if you want to get some fresh air, relaxing holiday, TBN is the best destination.
The operational hour of weekday : 8 AM - 5 PM, weekend : 8 AM - 5.30 PM. Entrance fee : IDR 20.000 each person.
How to get there? You can use the GPS. (does the answer helpful?). I can't tell you how to get there. If you go by car from Jakarta, use the highway - Jagorawi Highway, and exit Ciawi (last gate of Jagorawi highway). From Jakarta, it tooks around 2hours to get there. Here the map i get from the TBN website



It is called Taman Bunga, it means there are a lot of flowers and plants there. The place was so beautiful which is built on land as big as 23 ha. My boyfriend and I really enjoyed the view. We went there in low season, so we can really enjoy. If you go in peak season, maybe the place is crowded so you can't really enjoy it.
The place is designed with many themes such as Taman Air, Taman Mawar, Taman Perancis, Taman Bali, Taman Jepang, Rumah Kaca (Hot House).
Taman Perancis (France Garden)

In front of Taman Jepang (Japanese Garden)

Asiatique River Front, the must-be-visited in Bangkok, Thailand

Hmm, sesuai judulnya. Kali ini gue bakal ngebahas tentang Asiatique River Front. Dari hotel tempat gue menginap di daerah Pratunam butuh waktu sekitar 30menitan dengan “Tuk-Tuk” (transportasi lokal, mirip bajaj, cuman lebih bagus tuk – tuk), untungnya waktu itu jalanan lancar.

Nah, ini dia depannya. Foto – foto ini semuanya diambil lewat hp temen gue, seengganya masih ada dokumentasi perjalanan gue, karena seperti yang sempat gue ceritain di postingan sebelum, hp gue hilang pas hari ketiga di Bangkok. Apesnya gue L

Asiatique, kalo gue gambarin mirip Mazee yang ada di fX (dulu, sekarang udah nggak ada), cuman ini di open air dan lebih besar. Apa aja yang ada di sini? Pertama pastinya ada restaurant/cafe – cafe, ada japanese food, thai food, western food, ada juga kios – kios yang menjual oleh – oleh Thailand, fashion, dan barang – barang unik dan kreatif.

Namanya juga River front berarti ada sungainya. Sungai di Bangkok juga menjadi sarana transportasi, nggak kayak di Jakarta, kalo sungai jadi tempat pembuangan sampah (ooppss). Waktu itu gue belum sempet cobain, karena gue sama temen – temen gue datengnya malem, takutnya cobain naik kapal malah nyampenya makin jauh. Di sana ada petunjuk jam dan harga kalo kita mau naik kapal dari dan ke Asiatique. Mungkin ada yang tahu lebih detil bisa dishare :)

CERPEN : Hello Sun-Day!

Hello Sun-Day!
Ketika menginjak usia 25, apa yang ada di pikiran lo? Merasa tuakah? Atau merasa It’s time to run for my career? Atau malah merasa I should ask him to marry me? Atau sedih karena gue punya cap “Jomblo Perak”? Itu ketakutan terbesar gue. Mungkin bisa jadi perasaan tahun lalu muncul saat gue memasuki usia 24.
“Happy birthday, wish all the best for you!” Sebuah kecupan hangat mendarat di pipi gue dan gue berharap khayalan gue menjadi nyata.
“Hadiah untuk kamu.” Dengan malu – malu dan jantung dag dig dug, gue meminta izin membuka hadiah itu, dan …. OMG, sebuah cincin. Tulisan svarovski terbaca di sudut penutup kotak cincin. Bagaimana bisa dia menjadi seromantis ini? “Maukah kamu menjadi pacarku?” ucapnya kemudian. Gue mengangguk pasti dan cincin itu dipasangkannya di jari manis gue. Dan adegan romantis itu berakhir dengan kecupannya di bibir gue. Oh, my first kiss!
Fiuh, gue berkhayal terlalu jauh.
“Hadiah buat kamu.”
No, ini sama dengan khayalan gue. Dia mengatakan hal yang sama.
“Boleh gue buka?”
“Sure.”
Dengan malu – malu dan jantung dag dig dug gue membuka kotak kecil di genggaman gue.

Flying to Bangkok, Thailand

Hello! This time, i'll try to write in English.

Talking about vacation is sooooo interesting.
So, here i write my first experience to Bangkok, Thailand. As we can go in low season, my friend and i look for the cheapest air fare. We got promo from Tiger Airways with only 1 rupiah fare of one trip.
We chose the best time that my friend and i can go to Bangkok. The final fare for 1 person for round trip from Jakarta to Bangkok is Rp 1,300,000. So i could say it "Cheap". And a friend of my friend said that she wants to join our trip also, but she would use different flight with us.

18 June 2013, We arrived at Suvarnabhumi International Airport to Bangkok, around 8 pm local time. The airport is huge and the interior is nice. We took a taxi from airport, it cost 400 Baht. After around 40 minutes we arrived at our reserved hotel - my friend made the reservation first before the date we departed to Bangkok - Lemon Tea Hotel at Pratunam. We chose Pratunam, because it near to Pratunam market (wholesale fashion market) and Platinum Mall ( it looks like ITC Mangga Dua in Jakarta). A friend of my friend arrived at the noon before us.

The hotel was new and quite small at lobby. But the interior and exterior is cool. We took a bit of time to get narcissist in lobby. And the room is small too. But, overall, the hotel is clean, well-serviced, and cozy. For 4 nights, we paid IDR 1,950,000, so for 1 night the rate is IDR 487.500. Not too expensive. (Sorry, i dont have picture of the hotel from front side,it's all in my lost phone, but i've posted in my Path)

at hotel lobby

About the food, i ate the famous Pad Thai from Thailand in local cafe near hotel. It cost Baht 150. Everyone said that food in Thai was cheap. So, do I. The food were really cheap.
Photo from my instagram @keke_wang

My Daily Routine

Hi readers..
Menginjak usia 20an kita para wanita pasti lebih concern ya sama kulit kita khususnya wajah.
Sama halnya dengan gue.
Sebenarnya dari bangku SD gue uda mulai genit pake - pake produk perawatan kulit. Dulu gue pake, hazeline snow yang tutup kuning. Kayak gini nih penampakannya. Memang nggak dijual di supermarket umum. Kita harus beli di toko kosmetik yang menjual barang impor. Kebanyakan diimpor dari Singapore atau Malaysia. Setelah pakai hazeline ini, rasanya kulit wajah halus banget, dan rasanya kayak pake bedak.

courtesy of cathsdeen.com


Setelah memasuki SMP, gue mulai beralih ke hazeline whitening yang tutup putih dengan tekstur cream yang lebih cair. Kalo hazeline snow tutup kuning lebih padat teksturnya.
courtesy of absonweb.com
Hasilnya, kulit tetap terjaga kelembaban dan kecerahannya. Setelah SMA, gue mulai berganti lagi ke pelembab Olay.

Dan entah sejak kapan gue lupa, gue mulai pakai facial foam, berganti - ganti sampe di usia 20an ini gue menetapkan diri memakai facial wash TBS vitamin E.