Sangjit & Pua Ke Ceng

Dalam tradisi Pernikahan ala Chinese/Tionghoa, ada istilah Sangjit (Seserahan) dari pihak cowok ke pihak cewek dan beberapa orang juga masih menjalani tradisi songkacong atau dalam keluarga gue biasanya nyebutnya Pua Ke Ceng.
Karena kita sendiri nggak mau ribet - ribet, maka disederhanakan. Dan berhubung keluarga gue di Jambi, dipilihlah hari sangjit H-2 sebelum hari pernikahan.

Nah gue bantu pihak cowok untuk mempersiapkan kebutuhan sangjitnya.
Nampan 1 Angpao - ada 2 lembar dan Wine dan lilin merah sepasang. (belinya di Pancoran Kota Petak sembilan situ - bahkan sudah dihias2)
Nampan 2 Perhiasan
Nampan 3 Buah - Buahan (jumlahnya genap 8 apel 8 jeruk)
Nampan 4 Peralatan make up dan baju2
Nampan 5 Tas dan sepatu wedding
Nampan 6 Buah kaleng, kaki babi kaleng, dan kacang2an gitu. (Kacangnya itu beli di Petak sembilan juga) Bahkan mereka ada jasa hias kotak seserahan. Cuma berhubung uda ada nampannya, jadi ga pake jasa mereka.

Saat - saat paling menyenangkan yah shopping2 ini. Apalagi cewek yah dapat make up baru!!

Nah seserahan ini diikuti dengan pertukaran juga ke pihak cowok.
Urutannya, keluarga dari Pihak cowok dateng, satu per satu bawa nampan. Orang tua cowo tidak ikut.
Setiap nampan diterima dari pihak cewek. Lalu dipajang di meja. Foto-foto. Lalu ditukar dengan persiapan pihak cewek.

Nampan 1 angpao 1 diambil, yang 1 nya lagi cuma diambil lembar atas dan lembar bawah. Wine ditukar dengan sirup merah 2botol. Lilinnya diambil satu. Satunya dikembalikan
Nampan 2 Gula pasir dua bungkus
Nampan 3 Buah - buah diambil separoh. sisanya dikembalikan
Nampan 4 Baju cowok, sepatu, dompet, belt
Nampan 5 Kue - kue, coklat
Nampan 6 Ini diambil semua separoh, sisanya dikembalikan

Jadi emang kalao dikasi 6 nampan baliknya juga 6 nampan gitu. Dan setelah itu keluarga cewek menjamu keluarga cowok. Tidak lupa juga pihak cewek (orang tua gue) memberi angpao ke setiap pembawa nampan dari pihak cowok.




Nah kalo pua ke ceng / songkacong itu adalah proses calon mempelai wanita berkunjung ke rumah pihak laki - laki membawa barang - barang milik wanita. biasanya adalah perhiasan, pakaian, tas, dan segala kebutuhan si wanita. Tidak lupa koper merah dan sprei bedcover merah. Oh ya mama gue juga siapin gelas stainless 2 dan  lampu merah dua. Jadi si pengantin harus nyalain dari pagi hari wedding (pas prosesi masuk rumah) dan ga boleh dimatiin sampe mati sendiri.  Gue pue ke ceng H-1. Jadi datanglah keluarga pihak cewek (tanpa orang tua) ke rumah pihak cowok.

Lalu gue mulai rapi - rapi kamar pengantin. Harusnya gue ganti spreinya dengan sprei merah yang baru. Hahaha, Tapi uda ribet, Jadi dipajang aja. Dan gue menyusun semua barang - barang gue di atas ranjang. Biasanya diakhiri anak kecil cowok tidur tiduran di ranjang, Katanya biar cepet dapat momongan. Tapi gue gak ikutin yang itu.




Invitation and Souvenir

Its almost 2 months being Mrs. Wibowo. Baru sempet untuk update blog lagi. Buat temen temen, persiapannya uda sampe mana? Yap, since Sept untuk November tiap weekend ngelihat mobil wedding. Bener - bener musim kawin ya. Dan gue tersenyum sendiri kalo mikir, gue itu one  of them lho!

Invitation dan Souvenir
Persiapan ini gue mulai 5-6 bulan sebelum. Gue emang dari awal berencana mau gandeng temen satu kantor (now uda resign) untuk desain-in undangan gue.  Tapi konten bahasa inggris dan bahasa mandarin tetep dari gue. Mulailah, karena kita pinginnya biru muda. Gue minta tolong temen gue desainin. Dan gue yang ga bisa bahasa mandarin harus struggle menulis mandarin di corel draw. Bermodalkan undangan cici gue, undangan temen2 gue lainnya, gue ketemu polanya. Dan gue harus buka google translate chinese. Gambar tulisan kanji pake mouse. Dan setelah ketemu hurufnya gue copas ke corel. Hahahha. Kerjaan bodoh. Tapi apa bole buat karena gue ga bisa baca mandarin dan gue ga bisa search huruf mandarin di word seperti pada umumnya. Jadi ini cara paling bego yang bisa gue lakukan.

Hanya untuk satu huruf "WO" yang artinya saya
Tapi namanya buat kawinan sendiri, apapun rela dilakukan. Sekalian belajar mandarin jadinya. Setelah selesai gue minta bokap yang bisa baca mandarin untuk review. Yah ada kesalahan sedikit.

Untuk vendor undangan, gue hunting ke beberapa percetakan. selain itu gue juga penasaran sm harga undangan di vendor yang sering pameran. Gue ke cc card, dll. Ternyata mahal  ya. bisa 20rb-an per pcs,
Akhirnya gue ketemu nih percetakan Warna Warni, dapet harga 10rb per pcs. Tapi emang lom dapat plastiknya. Gue beli kepisah di pasar pagi mangga dua - basement, Kerjanya bisa dibilang cepet. Tiga minggu kelar. Tapi ternyata sebelum itu, ada permintaan revisi dari pihak keluarga. Maklum sebelumnya belom kepikiran. Gue buru - buru telepon, Tapi apa daya sudah selesai. Setelah nego - nego, akhirnya kita pesen lagi amplopnya yang baru. Huhuhu... untuk nambahin nama toko. tapi sembari nunggu amplop selesai, kita ke sana buat ambil undangan yang uda jadi. Penasaran juga. Nanti amplop kita ambil sekalian souvenir. Dan keselnya, undangan yang jadi kurang 50pcs. Untung kan kita kerajinan ke sana duluan. Akhirnya dia cetak lagi.

Dan kita juga sekalian pesan souvenir di sana, Pesan notes. dengan desain yang sama. Harga 5000/pcs. tapi belom ada plastiknya. Dan gue harus plastikin dan pitain biar cepet. untung laki sama mama mertua mau bantuin.


Hasil desain temen gue @13che Love it!!


Oke permasalahan lain muncul ketika gue mau mulai plastikin souvenir. Satu bulan sebelum hari H. Damn! Isinya bukan kertas. Melainkan Amplop putih. Gue juga bingung buat apa tuh amplop.  Laki gue langsung marah - marah ke si vendor. Dan butuh seminggu untuk dia ngirim ke kita lagi kertasnya. Hmm.. so pengalaman aja nih buat temen2 yang lagi preparing, jangan mepet - mepet waktunya dan langsung dicek saat ambil barang.

Emang sih murah, tapi kurang profesional. Dan undangan banyak yang ga rapi. miring - miring.
Hikss..

Review Time!
Warna warni : 6 of 10
- Kurang profesional - bisa salah dari order yang dicatet
- Kurang rapi

Desain from @13che : 9 of 10
- Bener2 suka!